Kami bikin tools
yang kami butuhkan.
ExecuFunction dimulai sebagai proyek pribadi — cara mengelola kekacauan ADHD, karier, hubungan, dan ambisi. Lalu berkembang jadi sesuatu yang lebih besar.
Ide ExecuFunction berawal dari frustrasi sederhana: setiap sistem produktivitas mengharuskan kamu sudah produktif duluan. Mereka berasumsi kamu bisa duduk, buka app, kategorikan tugas, atur deadline, rencanakan mingguanmu, lalu eksekusi. Tapi kalau kamu bisa melakukan itu semua secara konsisten, kamu nggak butuh app-nya.
Pertanyaan itu jadi ExecuFunction. Sistem AI yang memahami kalendermu, memecah proyekmu, mengingat orang-orang di hidupmu, dan mempelajari polamu dari waktu ke waktu. Lewat percakapan, bukan formulir.
Kami membangunnya untuk otak ADHD dulu, karena di situlah gap-nya paling lebar. Tapi kenyataannya, semua orang kesulitan dengan executive function sampai batas tertentu. Semua orang punya hari di mana mereka tahu apa yang harus dilakukan tapi nggak bisa mulai. Semua orang lupa detail penting tentang orang yang mereka pedulikan. Semua orang over-commit karena nggak bisa memvisualisasikan waktu yang benar-benar tersedia.
Kami membangun secara terbuka dan iterasi cepat. Produknya belum sempurna dan terus berkembang.
Prinsip desain
Enam keyakinan yang memandu produk.
Tangkap Tanpa Ribet
Kalau menambah tugas butuh usaha lebih besar daripada ngerjain tugasnya, ada yang salah. Cukup ngobrol. AI-nya mengkategorikan, menjadwalkan, dan menghubungkannya ke proyek yang tepat.
Proaktif, Bukan Reaktif
Munculkan hal penting sebelum pengguna kepikiran untuk bertanya. Briefing pagi, pengingat ulang tahun, konflik jadwal.
AI yang Bisa Dipercaya
AI mengambil tindakan nyata (menjadwalkan, membuat tugas, mengirim pesan) dengan konfirmasi yang jelas. Berguna, bukan cuma keren.
Konteks, Bukan Kekacauan
Setiap informasi harus terhubung dengan informasi lainnya. Tugasmu tahu tentang kalendermu. Kalendermu tahu tentang orang-orangmu. AI-mu tahu segalanya.
Berpijak pada Realita
Rencana harus menghormati batasan realita — ketersediaan kalender yang sebenarnya, level energi yang sebenarnya, waktu perjalanan yang sebenarnya. Reality Grid bukan aspirasi. Ini jujur.
Belajar Diam-Diam
Sistem jadi lebih pintar dari waktu ke waktu tanpa perlu pengguna mengajarinya. Setiap percakapan adalah data: preferensi, pola, hubungan.
Kenapa "ExecuFunction"?
Serangkaian kemampuan mental yang mencakup working memory, pemikiran fleksibel, dan kontrol diri. Kemampuan ini membantu kamu mengatur waktu, memusatkan perhatian, beralih fokus, merencanakan dan mengorganisir, mengingat detail, dan multitasking.
Executive function adalah infrastruktur kognitif yang kebanyakan orang anggap remeh. Ini adalah kemampuan menjembatani gap antara ingin melakukan sesuatu dan benar-benar melakukannya. ExecuFunction adalah tools yang mengisi gap itu — sebuah prostetik untuk perencanaan, pengorganisasian, dan eksekusi yang otakmu kesulitan menanganinya sendiri.
Yang masih kami
cari tahu.
Transparansi adalah nilai inti kami. Ini yang sedang kami eksplorasi.
Seberapa banyak yang boleh dilakukan AI tanpa bertanya?
Ada ketegangan antara proaktif dan mengganggu. Kami bereksperimen dengan berbagai level otonomi AI — dari saran halus sampai mengambil tindakan atas namamu. Keseimbangan yang pas mungkin beda-beda tiap orang.
Apa model harga yang tepat?
AI butuh biaya nyata. Kami ingin ExecuFunction terjangkau, terutama untuk komunitas ADHD yang jadi asal-usulnya. Kami mengeksplorasi model yang menjaga fitur inti tetap gratis sambil menopang pengembangan lewat fitur power-user.
Bagaimana kami menangani data yang sangat personal ini?
ExecuFunction mempelajari hal-hal yang sangat personal tentangmu — kebiasaanmu, hubunganmu, perjuanganmu. Kami menganggap serius tanggung jawab ini. Kami mengeksplorasi enkripsi end-to-end, arsitektur local-first, dan memberikan kontrol granular ke pengguna atas apa yang diingat AI.
Bisakah AI benar-benar memahami ADHD?
Kami nggak berpikir AI "memahami" ADHD dalam arti manusia. Tapi kami bisa membangun sistem yang dirancang mengikuti pola ADHD, bukan melawannya. Pertanyaannya adalah seberapa jauh kami bisa mendorong personalisasi sambil menjaga reliabilitas.
Ke mana arah jangka panjangnya?
Tujuan akhirnya adalah partner kognitif yang membantumu membuat keputusan lebih baik dan menjaga hubungan selama bertahun-tahun. Kami membangun ke arah itu satu fitur per satu fitur.